Sudah banyak kita ketahui bahwa setiap kelahiran bayi ke alam dunia merupakan suatu anugerah yang luar biasa. Karena momen tersebut membuat suatu keluarga akan terasa lengkap dengan kelahiran bayi. Dimana bayi yang diinginkan lahir dengan selamat, patut disyukuri atas karunia Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى .

Sumber Foto : www.pixabay.com

Pengertian Aqiqah

Menurut bahasa, aqiqah yaitu berarti memotong yang berasal dari bahasa arab “al-qath’u”. Ada juga pengertian lain aqiqah yaitu nama rambut bayi yang baru dilahirkan. Sedangkan menurut istilah, aqiqah yaitu proses menyembelih hewan pada hari ke tujuh setelah bayi itu dilahirkan.

Sebagian besar daripada ulama menilai aqiqah hukumnya adalah sunnah muakkad. Aqiqah menjadi bagian dari ibadah yang penting dan utama. Bila kita dalam kondisi mampu untuk melaksanakannya, oleh karena itu orang tua sangat dianjurkan melakukan ibadah aqiqah anaknya. Namun, bagi yang belum mampu melakukannya tidak berdosa.

Dalam hukum islam ketika bayi lahir ke dunia maka orang tuanya disunnahkan melakukan aqiqah. Dimana hal ini sesuai dengan hadis Rosulullah صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :

 “Semua anak tergadaikan dengan aqiqahnya yang disembelihkan pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberikan nama.” (HR Ahmad 20722, At-Turmudzi 1605 dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

Ini merupakan salah satu hadis yang menguatkan tentang syariat aqiqah. Jika ditelisik lebih jauh sebenarnya syariat aqiqah tidak ditemukan dalam Al-Qur’an. Namun dengan adanya hadis di atas maka ummat islam menjalankan ibadah aqiqah.

Dalil Syari Tentang Hukum Aqiqah

Dalil-dalil  tentang hukum aqiqah diantaranya:

عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِيّ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ ص يَقُوْلُ: مَعَ اْلغُلاَمِ عَقِيْقَةٌ فَاَهْرِيْقُوْا عَنْهُ دَمًا وَ اَمِيْطُوْا عَنْهُ اْلاَذَى

Riwayat dari Salman bin ‘Amir Ad-Dhabiy, dia berkata: Rasulullah bersabda, “Aqiqah dilaksanakan karena kelahiran bayi, maka sembelihlah hewan dan hilangkanlah semua gangguan darinya.”

[Shahih Hadits Riwayat Bukhari (5472), lebih lengkap lihat Fathul Bari (9/590-592), dan Irwaul Ghalil (1171), Syaikh Albani]

Makna dari menghilangkan gangguan diatas adalah mencukur rambut bayi atau menghilangkan semua gangguan yang ada (Fathul Bari (9/593) dan Nailul Authar (5/35), Cetakan Darul Kutub Al-‘Ilmiyah, pent)

عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدَبٍ اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: كُلُّ غُلاَمٍ رَهِيْنَةٌ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَ يُحْلَقُ وَ يُسَمَّى

Ada juga dari Samurah bin Jundab dia berkata : Rasulullah bersabda : “Semua anak bayi tergadaikan dengan aqiqahnya yang pada hari ketujuhnya disembelih hewan (kambing), diberi nama dan dicukur rambutnya.”

(Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud 2838, Tirmidzi 1552, Nasa’I 7/166, Ibnu Majah 3165, Ahmad 5/7-8, 17-18, 22, Ad Darimi 2/81, dan lain-lainnya)

أَنَّ عَائِشَةَ أَخْبَرَتْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

Dari Aisyah dia berkata : Rasulullah bersabda : “Bayi laki-laki diaqiqahi dengan dua kambing yang sama dan bayi perempuan satu kambing.”

(Shahih, Hadits Riwayat Ahmad (2/31, 158, 251), Tirmidzi (1513), Ibnu Majah (3163), dengan sanad hasan]

Hadis diatas menerangkan tentang jumlah hewan qurban untuk aqiqah. Kesimpulannya aqiqah  anak laki-laki sebanyak dua ekor kambing dan untuk anak perempuan sebanyak satu ekor kambing.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَقَّ عَنْ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ كَبْشًا كَبْشًا

Dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda, “Mengaqiqahi Hasan dan Husain dengan satu kambing dan satu kambing.” [HR Abu Dawud (2841) Ibnu Jarud dalam kitab al-Muntaqa (912) Thabrani (11/316) dengan sanadnya shahih sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Daqiqiel ‘Ied]

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ اَبِيْهِ عَنْ جَدّهِ قَالَ، قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص مَنْ اَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ اْلغُلاَمِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَ عَنِ اْلجَارِيَةِ شَاةٌ

Dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa diantara kalian yang ingin menyembelih (kambing) karena kelahiran bayi maka hendaklah ia lakukan untuk laki-laki dua kambing yang sama dan untuk perempuan satu kambing.”

(Sanadnya Hasan, Hadits Riwayat Abu Dawud (2843), Nasa’I (7/162-163), Ahmad (2286, 3176) dan Abdurrazaq (4/330), dan dishahihkan oleh al-Hakim (4/238)

Dari Fatimah binti Muhammad ketika melahirkan Hasan, dia berkata : Rasulullah bersabda : “Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah dengan perak kepada orang miskin seberat timbangan rambutnya.” [Sanadnya Hasan, Hadits riwayat Ahmad (6/390), Thabrani dalam “Mu’jamul Kabir” 1/121/2, dan al-Baihaqi (9/304) dari Syuraiq dari Abdullah bin Muhammad bin Uqail]

Dari dalil-dalil yang diterangkan di atas maka dapat diambil hukum-hukum mengenai seputar aqiqah dan hal ini dicontohkan oleh Rasulullah para sahabat serta para ulama salafus sholih.