Tips Mudah Memilih Hewan Aqiqah

Gambar. Kambing

Sebagaimana yang kita ketahui bahwa setiap anak yang terlahir ke alam dunia ini, di dalam ajaran agama islam di sunnahkan untuk melaksanakan ibadah aqiqah. Hal ini sesuai dengan hadis dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang bersabda:

 Seorang anak itu tergadaikan dengan aqiqahnya. Maka disembelihkan aqiqah pada hari ke 7, diberi nama dan dicukur rambutnya. HR. at-Tirmidzi.

Selain hadis di atas masih ada beberapa hadis yang lain yang membahas tentang aqiqah, diantaranya :

Dari Ummu Karz Radhiyallahu anha berkata: Saya bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi

wasallam tentang aqiqah, beliau bersabda: Bagi bayi laki-laki dua ekor kambing yang sama dan bagi bayi perempuan satu ekor kambing. (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai dan Ibnu Majah. Imam at-Tirmidzi mengatakan ini hadits shahih)

Untuk kita sebagai orang tua yang mana mungkin memiliki kesibukan yang teramat padat, namun harus memberikan perhatian untuk ibadah aqiqah anaknya. Saat ini ada kemudahan dimana sudah banyak layanan jasa aqiqah yang tersebar di hampir seluruh nusantara, seperti aqiqah sukabumi, aqiqah cianjur, aqiqah bandung maupun di kota-kota lainnya.

Maka di sini akan dibahas tips mudah memilih hewan untuk aqiqah, yaitu sebagai berikut :

1.      Usia domba/kambing sudah cukup umur

Pada umumnya usia domba aqiqah dan qurban hampir sama yaitu satu tahun ke atas. Adapun jumlah hewan aqiqah untuk anak laki-laki berjumlah dua ekor dan anak perempuan cukup satu ekor saja.

2.      Hewan aqiqah atau kurban tidak dalam kondisi cacat

Di dalam madzhab Syafiiy jika hewan aqiqah tersebut ditemukan ada cacat maka tidak sah untuk dijadikan hewan aqiqah. Misalnya hewan yang buta, sakit, pincang, terpotong telinganya dan kurus sekali badannya.

Adapun jika cacatnya hanya patah tanduk atau hilang tanduknya maka menurut madzhab syafiiy tetap sah untuk aqiqah.

Imam an-Nawawi (w. 676 H) rahimahullah dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab menyebutkan bahwa:

Imam asy-Syairazi dan ulama syafiiyah mengatakan bahwa disyaratkan hewan aqiqah tersebut selamat dari cacat sebagaimana hewan qurban.

Imam an-Nawawi (w. 676 H) rahimahullah dalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab  menyebutkan juga bahwa:

Para ulama syafiiyah sepakat bahwa hewan yang buta tidak sah untuk qurban. Begitu juga hewan yang buta sebelah (picek). Begitu juga hewan yang pincang kakinya. Begitu juga hewan yang sakit dan kurus sekali badannya. Namun para ulama berbeda pendapat dalam masalah hewan yang patah atau hilang tanduknya. Menurut madzhab syafiiy tetap sah. Adapun jika terputus telinganya baik semua atau hanya sebagian telinga saja maka tidak sah untuk qurban.

Video Testimoni Aqiqah Sukabumi | Aqiqah Rumah Ummat

3.      Jenis Kelamin Domba atau Kambing Aqiqah

Di dalam ibadah kurban untuk jenis hewan kurban diharuskan kelamin jantan. Sedangkan di dalam ibadah aqiqah bisa hewan jantan atau betina yang digunakan.

Setelah mengetahui tips memilih hewan aqiqah, langkah selanjutnya yaitu mempersiapkan dana. Jumlah yang diperlukan mungkin berbeda di setiap daerah. Untuk daerah Sukabumi dan Cianjur ada Aqiqah Rumah Ummat yang mempermudah terlaksananya ibadah sunnah aqiqah ini, dengan layanan yang praktis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *